Menikah untuk selamanya, bahkan hingga akherat. Ini penting untuk di pahami oleh semua orang yang ingin menikah. Karena tidak sedikit orang yang di akhir perjalanan pernikahannya kemudian cerai. Apalagi pernah dengar juga istilah nitkah mut’ah. Lebih sedihnya lagi ada mahasiswi Indonesia yang demikian, na�udzubillah mindzalik.
Menikah harus didasari dengan niat ibadah lillahi ta�ala, di niatkan untuk menggali berbagai potensi untuk ibadah. Bukan untuk coba-coba atau hanya melampiaskan hawa nafsu. Nikah adalah suatu perjanjian besar yang menggema di langit. Bahkan pernikahan tidak boleh maen-maen, senda guraunya adalah beneran. Jadi tidak boleh misal seorang ayah bersenda gurau menyatakan dia menikahkan dengan si fulan misalnya. Maka pernyataan tersebut adalah sungguh-sungguh, bukan dihukumi senda gurau. Bahkan seseorang yang mengajukan percraian tanpa dasar yang kuat dia tidak akan mencium bau syurga. Memang perceraian adalah hal yang dibolehkan namun dibenci.
Memang dalam kehidupan sehari-hari seorang suami istri terkadang cek-cok, kadang bertngkar. Namun itu sebenarnya hanyalah sedikit bumbu-bumbu pernikahan. Saya yakin, insyaAllah jika semua berpikir mnikah itu untuk tujuan akherat maka semua permasalahan akan terselesaikan. Untuk itu komitmen dari awal pernikahan harus dipahami oleh masing-masing calon pengantin.
Bahkan kalau perlu buat suatu kesepakatan, jika suatu saat nanti terjadi pertengkaran apa yang harus mereka lakukan. Misal saja bersepakat untuk menyelesaikan dengan perantaraan hakim. Memang terkadang susah untuk menyatukan dua insan dengan latar belakang yang berbeda, namun jika keduanya saling mengerti dan memahami serta berkomitmen untuk menikah hingga akherat maka insyaAllah rumah tangga akan berjalan dengan sakinah, mawaddah warahmah. Aamiin. Sekian jangan lupa tengok barang sebentar Stop Dreaming Start Action....:) Oh iya, jika ada salah mohon koreksinya.
Tetap update tulisan dari aris di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!



